Kamis, 12 April 2012

MY STORY


Di Sudut Jalan Luxemburg
      Hari ini adalah hari yang free bagiku, karena sebagai mahasiswa jurusan sastra prancis di salah satu Universitas ternama di Prancis, Aku sedang mengikuti seminar bersama mahasiswa/i dari Fakultas lain. Akupun pergi bersama ketiga orang sahabatku untuk menghadari seminar. Kami berangkat dengan menggunakan mobil yang di kemudikan oleh salah satu sahabatku, sesampainya di tempat seminar kami langsung memilih tempat duduk di jajaran depan.
   Saat mengikuti training, tanpa sengaja aku melihat seseorang yang nampaknya sudah tak asing lagi bagiku. Ternyata orang yang aku lihat adalah Ryan, kakak satu angkatanku. Diam-diam aku mengaguminya, ya aku kagum terhadapnya karena Ryan adalah sosok yang di kenal baik dan mempunyai segudang prestasi. Aku juga kagum, karena dia mempunyai senyum yang menawan dan akupun memngaguminya karena ketaatannya pada Tuhan-Nya. Entah mengapa ketika itu aku merasa senang karena orang yang ku kagumi ternyata juga sedang mengikuti seminar. Seketika itu, aku memberitahu  hal tersebut kepada tiga orang sahabatku, mereka serentak kaget seolah tak percaya kemudian menggodaku sambil tersenyum nakal.
    Setelah acara  selesai, aku dan ketiga orang sahabatku bermaksud hendak jalan-jalan di sekitar tempat seminar. Namun ketika itu, aku bersama ketiga orang sahabatku melihat Ryan dari kejauhan. Seketika itu, hatiku berbunga-bunga, aku merasa seperti ada yang mengganjal dalam diriku dan akupun tak henti-hentinya tersenyum sambil sesekali memandang kearah Ryan kakak satu angkatanku itu. Ketiga orang sahabatku merasa aneh akan tingkahku saat itu, tapi mereka tak berkutik apapun seolah mengerti akan perasaanku diriku. Akhirnya ketiga orang sahabatku, memutuskan mengajakku kesuatu tempat. Dan ternyata, mereka membawaku kehadapan Ryan, aku berpikir apa yang hendak di lakukan oleh ketiga orang sahabatku ini. akupun dapat melihat jelas ekspresi wajah kakak satu angkatanku itu, ia merasa kaget karena tiba-tiba didatangi oleh empat orang perempuan. Dalam hatinya mungkin ia bertanya-tanya, namun salah satu dari sahabatku berkata kepada Ryan bahwa maksud dari kedatangannya kesini ingin di foto bareng bersamanya. Ryanpun bersedia untuk di foto bersamaku dan ketiga orang sahabatku itu.
   Sungguh tah bisa di bayangkan rona wajahku ketika itu, aku merasa seperti bermimpi. Akhirnya, kamipun berfoto bersama di sudut jalan Luxemburg, kami semua memasang ekspresi wajah yang ceria ketika di foto.
  Itulah satu moment terindah, yang mungkin tak akan ku lupakan dalam hidupku. Satu hari penuh makna di sudut jalan Luxemburg di foto bersama orang yang ku kagumi.


Tidak ada komentar: