Di Sudut Jalan
Luxemburg
Hari ini adalah hari yang free bagiku,
karena sebagai mahasiswa jurusan sastra prancis di salah satu Universitas
ternama di Prancis, Aku sedang mengikuti seminar bersama mahasiswa/i dari
Fakultas lain. Akupun pergi bersama ketiga orang sahabatku untuk menghadari
seminar. Kami berangkat dengan menggunakan mobil yang di kemudikan oleh salah
satu sahabatku, sesampainya di tempat seminar kami langsung memilih tempat
duduk di jajaran depan.
Saat mengikuti training, tanpa sengaja aku
melihat seseorang yang nampaknya sudah tak asing lagi bagiku. Ternyata orang
yang aku lihat adalah Ryan, kakak satu angkatanku. Diam-diam aku mengaguminya,
ya aku kagum terhadapnya karena Ryan adalah sosok yang di kenal baik dan
mempunyai segudang prestasi. Aku juga kagum, karena dia mempunyai senyum yang
menawan dan akupun memngaguminya karena ketaatannya pada Tuhan-Nya. Entah
mengapa ketika itu aku merasa senang karena orang yang ku kagumi ternyata juga
sedang mengikuti seminar. Seketika itu, aku memberitahu hal tersebut kepada tiga orang sahabatku,
mereka serentak kaget seolah tak percaya kemudian menggodaku sambil tersenyum
nakal.
Setelah acara selesai, aku dan ketiga orang sahabatku
bermaksud hendak jalan-jalan di sekitar tempat seminar. Namun ketika itu, aku
bersama ketiga orang sahabatku melihat Ryan dari kejauhan. Seketika itu, hatiku
berbunga-bunga, aku merasa seperti ada yang mengganjal dalam diriku dan akupun
tak henti-hentinya tersenyum sambil sesekali memandang kearah Ryan kakak satu
angkatanku itu. Ketiga orang sahabatku merasa aneh akan tingkahku saat itu,
tapi mereka tak berkutik apapun seolah mengerti akan perasaanku diriku.
Akhirnya ketiga orang sahabatku, memutuskan mengajakku kesuatu tempat. Dan
ternyata, mereka membawaku kehadapan Ryan, aku berpikir apa yang hendak di
lakukan oleh ketiga orang sahabatku ini. akupun dapat melihat jelas ekspresi
wajah kakak satu angkatanku itu, ia merasa kaget karena tiba-tiba didatangi
oleh empat orang perempuan. Dalam hatinya mungkin ia bertanya-tanya, namun
salah satu dari sahabatku berkata kepada Ryan bahwa maksud dari kedatangannya
kesini ingin di foto bareng bersamanya. Ryanpun bersedia untuk di foto
bersamaku dan ketiga orang sahabatku itu.
Sungguh tah bisa di bayangkan rona wajahku
ketika itu, aku merasa seperti bermimpi. Akhirnya, kamipun berfoto bersama di
sudut jalan Luxemburg, kami semua memasang ekspresi wajah yang ceria ketika di
foto.
Itulah satu moment terindah, yang mungkin tak
akan ku lupakan dalam hidupku. Satu hari penuh makna di sudut jalan Luxemburg
di foto bersama orang yang ku kagumi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar