AKU DI SINI DAN AKU
BUKAN DIA(MY STORY)
BY: @DEY_wijaya
Lagi belajar, bikin cerpen. Makasih yang udak mau baca….
Maaf kalo ceritanya gak jelas, alias gajebo. Gue bukan
penulis handalllll… yukkkkkkkkk.. CEKIDOTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT :D
Pagi yang cerah suasana yang amat elok, sungguh suatu
pertanda awal yang baik. Ya, hari ini adalah hari di mana kekasih hatiku pulang
dari London. Setelah 2 tahun lamanya kami berpisah, tepat pukul 09:00 WIB aku
bergegas menuju bandara Soekarno Hatta menunggu kedatangan sang pujaan hati.
Sesampainya di sana, akupun langsung menuju terminal 2F dan ternyata Bisma
sudah ada di depan terminal. “Bisma……” ucapku seraya berlari ke arahnya, dan
langsung memeluknya erat-erat untuk
melepas rindu yang selama ini mendera kalbu. “ Sylvia, aku kangen sama kamu”
ucap Bisma seraya membalas pelukanku. “ aku juga kangen sama kamu”. Jawabku
penuh haru. Setelah itu, kami berdua
langsung menuju lapangan parkir untuk pulang.
_SKIP_
Usai berjalan-jalan seharian dengan Bisma, aku merasa
bahagia sekali terlebih kini hari-hariku akan lebih berwarna dengan
sekembalinya Bisma di tengah-tengah kehidupanku. letih, cape, lesu, rasanya
setelah seharian jalan dengan Bisma. Ku rebahkan tubuhku di atas kasur, selang
beberapa waktu ponselku berbunyi. [you know me so well, girl I need you, girl I
love you, girl I heart you] tanda pesan baru masuk, segera ku raih ponselku dan
membacanya, ternyata pesan masuk itu
dari Bisma.
From: Bisma My prince
Syl, ntar malem aku kerumah kamu ya ? jam 7 aku on the way
ke sana OK ?
To: Bisma My Price
Ok, my prince. Di tunggu loh. See you . J
From: Bisma My Prince
See you too.J
:*
Waktu menunjukkan pukul 06;00 WIB, selesai shalat magrib
akupun siap-siap menunggu kedatangan Bisma ke rumah. Tak lama setelah itu, bel rumahku
berbunyi. “pasti itu Bisma” gumamku dalam hati, seraya bergegas membuka pintu,
dan dugaanku benar Bisma datang dengan mambawa setangkai mawar merah. “ malem
princess, ini untuk kamu” ucap lelaki tampan seraya memberikan mawar merah, dan
akupun menerimanya dengan tersenyum
manis kearah Bisma. “ makasih ya Bis, masuk yu” ajakku pada Bisma.
Akupun ngobrol banyak dengan Bisma, semua isi hatiku ku curahkan pada Bisma.
Mulai perasaan canggung, sepi , gelisah, rindu, saat dia berada di London
sampai sekarang dia pulang dan kembali untukku. Yang jelas saat ini kau merasa
bahagia yang amat luar biasa, usai kepulangan Bisma dari London. Tak terasa
waktu menujukkan pukul 23:00 WIB, lama sekali aku ngobrol bareng sama Bisma
hingga terpaksa aku harus mengakhiri perbincanagnku dengan Bisma. “ udah malem
Syl, aku pulang dulu ya”. Ucap Bisma. Entah kenapa perasaanku ngak enak banget,
aku takut ada apa-apa sama Bisma lagian di luar juga hujan deras. “ tapi Bis,
di luar hujan lebih baik kamu tunggu aja dulu sampai hujannya reda. Aku takut
terjadi apa-apa sama kamu Bis”. Ucapku dengan cemas mencegah Bisma untuk pergi.
“ sayang, aku harus pulang orang tua aku pasti cemas jam segini aku belum
pulang. Percaya sama aku, aku nggak bakalan kenapa-kenapa. Ok ?” ucap Bisma
meyakinkanku. “ tapi Bis, aku nggak mau kehilangan kamu aku takut Bis, aku
takut. Please jangan pergi, perasaanku nggak enak banget”. Kataku menunduk lirih dan tak terasa air mataku
jatuh membasa pipiku. Bismapun mengangkat mukaku, seraya berkata “ Sylvia dengerin
kau, lihat aku Syl. Kamu nggak bakalan kehilangan aku, dan aku janji nggak
bakalan ninggalin kamu. Percaya sama aku, aku akan selamat. Dan kita bakalan
bersama-sama terus selamanya, aku akan kembali besok buat kamu. Aku janji Syl,
karena kamu bintang hatiku. You are my love, you are my heart, and we will
always together forever. Remember it.
You and me love”. Ucap Bisma meyakinkanku . akupun hanya Bisma menangis
mendengar ucapan Bisma tadi. “ Bis, aku juga janji sama kamu nggak bakalan ada
yang bisa menggantianmu di hatiku selamanya. Karena, bagiku kamulah
satu-satunya orang yang berharga dalam hidupku aku. I LOVE YOU “ ucapku mantap.
Bismapun menyapu air mataku, mencium keningku. “ I LOVE YOU TOO”. Ucap Bisma,
da langsung meninggalaknku. Akupun mengantarkannya sampai kedepan rumah, sesaat
setelah itu Bismapun berlau dengan mobil sportnya. Entah kenapa,
perasaakupun mulai tidak karuan ada rasa
gelisah, cemas, takut terjadi sesuatu dengan Bisma. Akupun berusaha untuk tenang, berharap tidak ada sesuatu yang
terjadi pada Bisma. Tak lama kemudian aku mendapat telpon dari sahabatku Dira.
“ hallo, Syl Bisma, Bisma, Bisma kecelakaan. Sekarang dia di Rumah Sakit
Harapan, cepetan lo kesini. Bisma lagi kritis sekarang”. Ucap Dira cemas. “
apa……….. Bisma kecelakaan. Ok sekarang gue on the way kesana”. Kataku diiringi
isak tangis. Segera ku hentakkan kakiku keluar, menaiki mobil dan langsung
menuju rumah sakit. Sesampainya disana, aku mendapati sahabatku tengah berduka. “ Dira, Bisma…
gimana keadaan Bisma, dia baik-baik aja kan ? jawab Dir, jawab kenapa lo nangis
? Bisma baik-baik aja kan ?” tanyaku pada Dira, sembari menggoyang-goyangkan
tubuhnya. “ Syl. lo yang tabah ya. Gue turut berduka cita atas semua ini”.
Jawab Dira lirih. “ maksud lo ? maksud lo apa Dir ?” tanyaku pada Dira. “ Bisma
udah meninggal 5 menit yang lalu, dia kehilangan banyak darah. Lo yang tabah
ya,, ?” ucap Dira terisak-isak. “ ngak mungkin, nggak mungkin Bisma ninggalin
gue”. Ucapku seraya masuk ke ruang UGD. “ Bisma………….. Bisma, banging Bis,
bangun. Aku tahu kamu Cuma bercanda, aku tahu itu. Tapi, please bangun Bis”.
Kataku sembari mengrak-gerakkan tubuh Bisma yang sudah tak bernyawa. “ Sylvia, sadar Syl. Bisma udah nggak ada, lo
harus bisa terima kenyataan ini”. Ucap Dira menyadarkanku. “ nggak, nggak Bisma
gak mungkin ninggalin gue, Bisma nggak mungkin meninggal. Bis, tadi kamu janji
sama aku nggak bakal ninggalin aku. Kita akan bersama-sama terus, selamanya .
bangun Bis, bangun………..” ucapku penuh tangis.
_SKIP_
Setelah kepergian Bisma, hidupku seraya hampa. Rasanya tak
ada gunanya lagi aku hidup. 2 minggu berlalu, semenjak kepergian Bisma aku
lebih sering menurung diriku sendiri di kamar, tak ada aktivitas aku kerjakan
selain menangisi semua yang telah terjadi, mengenang semuanya tentang Bisma.
Sampai-sampai orang tuaku hawatir dengan apa yang menimpa diriku. “ Syl, Sylvia…
buka pintunya sayang mama sama papa mau bicara. Buka pintunya sayang ?” ucap
mama mengetuk pintu kamar. “ buka aja ma, nggak di kunci kok” jawabku datar,
dengan air mata yang membasahi pipiku. “ sayang, mama sama papa prihatin dengan
kamu. Mama sama papa, nggak mau kamu seperti ini terus. Sylvia, dengarkan mama
sayang. Lupakan Bisma, masa depan kamu masih jauh. Mama tahu ini berat, tapi
kamu juga tidak bisa terus-terusan seperti ini”. Ucap mama menasihati. “ benar
apa yang dikatakan sama mama kamu Sylvia, lihatlah kedepan jangan lihat
kebelakang. Hidup kamu masih panjang sayang, mungkin Bisma memang bukan jodoh
kamu. Tapi, percayalah suatu saat nanti kamu akan dapat penggantinya yang jauh
lebih baik dari Bisma. Mama sama papa sudah sepakat untuk menitipkan kamu sama
Tante Rena di Jakarta, besok kamu berangkat kesana ya. Papa sudah mendaftarkan
kamu untuk sekolah disana”. Ucap papa. Setelah aku pikir-pikir boleh juga saran
dari mama dan papa. Aku ingin memulai hidupku kembali, tentunya tanpa kehadiran
Bisma di sampingku. Aku tidak ingin membuat orang tuaku hawatir, dan kecewa
karenaku. Aku ingin memulai semuanya dari awal, dan mulai melupakan semua
tentang Bisma walau rasanya berat dan aku tidak yakin bisa melupakan dia,
apalagi menggantikannya dengan yang lain. Aku dan Bisma sudah saling berjanji
satu sama lain. Namun, tidak ada salahnya juga kau mencoba itu semua. Akupun
hanya bisa mengangguk, mendengar perkataan dari orang tuaku.
_SKIP_
Pagi ini aku pindah ke Jakarta,
untuk memulai hidupku yang baru tanpa Bisma jauh dari kenangan hidupku
bersamanya dulu. Sesampainya di rumah Tante Rena, aku di sambut hangat oleh
keluarga disana apalagi saat bertemu dengan sepupu aku yang juga seumuran
denganku, dia namanya Aluna.
Mmm, besok gue udah mulai masuk sekolah*gumam gue dalam
hati.
Keesokan harinya, guepun berangkat kesekeloha gue yang baru
tepatnya di salah satu SMA ternama di Jakarta Pusat, guepun satu sekolahan saam
sepupu gue. Mama sama papa gue sengaja nyekolahin gue di sekolah yangsama kayak
sepupu gue biar gue ada yang ngawasin. Sesampainya di sekolah gue pun berjalan
menuju kelas gue , dan kebetulan gue sekelas bareng sepupu gue jadi gue bareng
terus sama dia. *tettt. Bel masukpun
berbunyi , gue bareng Alunapun masulk kelasssss. Tanpa banyak lirik sana lirik
sini guepun langsung duduk di bangku jajaran kedua dari depan, guepun sebangku
sama Aluna, kebetulan dia duduk sendirian. Jujur gue ngerasa risih banget.knp?
karena semua orang di kelas ini pada ngeliatin gue. Jam pelajaranpun di mulai,
pagi ini belajar diawali dengan pelajaran Bahasa. Indonesia dengan materi
bercerita. Sumpah nie pelajaran bikin gue boring aja. Gak kerasa udah waktunya
istirahat. “Syl, k kantin yuuu?” ajak Aluna. “ayo” jawab gue datar. Tiba-tiba
pas gue mau beranjak keluar dari bangku gue,seseorang menubruk gue dari
belakang sampai2 gue terjatuh kelantai. “ehh, maaf2 cantik”ucap seorang cowok
yang tadi nubuk gue. “hehh, lo ya..” ucapan guepun terhenti setela gue beranjak
dari jatuh gue dan berdiri, guepun
reflex langsung dian seribu bahasa dengan ekspresi yang entah apa namanya
kaget,gak percaya,mustahil,pongo. Gue gak nyangka cowok yang barusan nubruk gue
itu Bisma. “Bisma. Aaaaaaa..pergi lo dari hidup gue, gue gakmau liat lo lg. gue
udah cukup sakit liat lo” ucap gue histeris. “Bisma”ucap cowok itu heran.
Guepun langsung pergi keluar, gue berlari sambil nangis tak henti-hentinya.
“eh,Luna tar dulu. Lo jgn pergi dulu, gue mau nanya sesuatu sama lo”ucap cowok
yang ternyata bernama Bima Karisma, seraya mencegah Aluna yg hendak ingin
mengerjar Sylvia. “aduhh, Bima. Gue gak bisa jelasin sekarang. Gue harus ngejar
sodara gue dulu” jawab Aluna. “gak, gue gak bakalan lepasin elo, sebelum lo
jelasin ke gue. Kenapa cewek itu, kayak kaget banget dan histeris banget
ngeliat gue. Terus kenapa tadi dia bilangkalo gue ini Bisma, padahalkan nama
gue Bima, gak pake es BIMA” jelas Bima. “okay okay, gue bakal jelasin, jadi
gini *blablabla. Alunapun menjelaskan semua yang terjadi tentang Sylvia pada
Bima. “oh, jadi sodara lo yang namanya Sylvia-Sylvia itu kasihan juga ya. Tapi
ko nyampe Bisa gitu ya, wajah gue yg ganteng nan mempesona ini bisa mirip sama alm. Bisma,
terus nama gue guja mirip lagi sama alm. Pacarnya Sylvia. Miris juga yeeeee”
cerocos Bisma. “gue juga gak nyangka Bim, gue juga baru nyadar semalem pas mama
sama papa gue nunjukin foto alm. Pacarnya Sylvia, dan setelah gue pikir-pikir
emang bener tu orang mirip banget sama
lo. Gue gak nyangka.” Ucap Aluna. “iya iya gue ngerti kok maksud lo. Ok,
sekarang mending kita pikirin gimana caranya supaya sodara lo yang namanya
Syilvia2 itu, gak tkut lg kalo ngeliat gue. Ya gue ngerasa gak nyaman aja kalo
di gituin Lun” tungkas Bima. “iya2, ok kita pikirin giman caranya biar Sylvia
gak histeris kalo liat lo”ucap Aluna *berpikir. “Bim, gue puny aide bagus” ucap
Aluna pada Bima. “apa-apa?” jawab Bima antusias. “sini deh gue bisikin” ucap
Aluna seraya berbisikpada Bima. “okeh, gue rasa ide lo cemerlang juga ya.
Semoga rencana kira berhasil Lun” ucap Bima mantap.
_SKIP_
@kamarSylvia: ‘Tuhan, apa ini ? kdnapa tadi disekolah ada
Bisma. Apa maksudmu Tuhan, cukup. Udah cukup aku kehilangan dia. Jangan Engkau
ungkit kembali, jangan ingatkan aku lagi pada Bisma Tuhan.”ucap Sylvia dengan
berlinangan air mata. Tiba-tiba da seseorang yang mengetuk pintu kamar Sylvia
“Syl, ini gue Luna Syl. buka pintunya, gue mau ngomong sama lo”ucap Aluna
diambang pintu kamar. “masuk aja Lun, gak di kunci kok”jawab Sylvia dengan
suara parau. “syl, lo kenapa? Mata lo sembab gitu. Lo habis nangis ya?”ucap
Aluna. “gue gpp kok Lun, gue Cuma ..”jawab Sylvia dan dia kembali menangis.
“Cuma, Cuma apa? Lo mau bilang klo lo Cuma keinget sama paacar lo yang ydah
meninggal itu kan” ucap Aluna. “dengerin gue Syl, dengarin gue. Cowok yang tadi
gak sengaja nubruk lo itu, nama Bima Karisma, bukan Bisma. Emang wajahnya Bima
miripp sama pacar lo itu. Tapi, dia Bima Syl, bukan Bisma. Lo harus nyadar itu
Syl” ucap Aluna menjelaskan. “apa? Nama Bima karisma, mirip banget sama nama
pacar gue Bisma karisma. gak mungkin
Lun, gak mungkin. Gue yakin itu Bisma Lun, gak mungkin” uccap Sylvia, seraya
menangis histeris kembali. “aduh-aduh Syl, udah dong lo jangan nangis lagi. Lo
harus terima ini semua syl, ini real” ucap Aluna menenangkan Sylvia. Keesokan harinya, Sylviapun berangkat sekolh
seperti biasanya, sesampainya di sekolah Sylviapun masuk kelas dan duduk di
bangkunya. Tiba-tiba Bima nyanperin Sylvia “hai, boleh kenalan gak?” ucap Bima dengan
gayanya yg cool abis. “aaaaa.Bisma. pergi,pergi lo. Gue gak mau liat lo” ucap
Sylvia kembali histeris dan langsung lari pergi ketaman belkang. Bimapun
mengejar Sylvia, “eh, eh lo jangan pergi dulu”ucap Bima mengejar Sylvia ketaman
belakang. Sylviapun mennagis dan terus menangis dibangku taman belakang. “hey,
lo Sylviakan gue udah tahu semua tentang lo Syl dari sepupu lo” Ucap Bima
sambil duduk disamping Sylvia. “pergi Bis, pergi gue gak mau liat lo lagi. Gue
udah cukup sakit ditinggal pergi sama lo”ucap Sylvia lirih. “hey, liat gue.
Liat Gue Syl. gue mungkin emang mirip sama cowok lo yang udah meninggal itu.
Tapi gue Bima, bukan Bisma cowok lo itu.”ucap Bima sembari memegang pundak
Sylvia memaksa dia menatapnya. “nggak lo Bisma”ucap Sylvia kekeh. “terserah lo
deh, gue cape ngomong sama lo. Gue ingetin sama lo lagi ya Syl, gue BIMA, bukan
Bisma. Thanks”. Ucap Bima dan langsung berlalu dari hadapan Sylvia. Sylviapun
tertegun, ia merenung tentang sosok Bima yang mengingatkan kembali dirinya akan
cowoknya yang udah meninggal itu. “syl, lo nyadar dong Syl dia itu bukan Bisma.
Dia Bima”ucap Sylvia bicara pada dirinya sendiri. “ya Tuhan, gue bodoh banget.
Gue udah bego banget, gue emang salah, maafin gue semuanya. Gue terlalu kalut
sama masalalu gue. Gue haus minta maaf sama cowok tadi, iya gue harus minta
maaf. Okeh syl, mulai sekarang lo harus bangkit. Kita mulai semuanya dari awal
lagi”. Ucap Sylvia mantap sembari menghapus air matanya dan pergi mencari cowok
yang namanya Bima itu.*tettttt…bel pulang berbunyi. Semua siswa berhamburan
keluar “Syl, lo pulang sendiri aja ya gpp kan?soalnya gue ada janji sama cowok
gue”. Ucap Aluna pada Sylvia. “iya gpp kok” jawab Sylvia. “okeh, kalo gitu gue
duluan ya”ucap Aluna sambil pergi dari hadapan Sylvia. Tiba-tiba Sylvia melirik
kebelakang dan ternyata disana ada Bima yang tengah membereskan buku-bukunya,
Sylviapun nyamperin bangkunya Bima. “hey,,”sapa Sylvia “eh elo Syl, mau apa?
Mau nangis histeris lg di depan gue”ucap Bima sinis. “ng, nggak kok. Justru gue
kesini mau minta nmaaf sama lo Bisma” ucap Sylvia. “nama gue BIMA, ga pake
es”jawab Bima denagn nada suara agak jengkel. “sorry, maksud gue Bima”ucap
Sylvia malu. “udah ah, gue cabut dulu” ucap Bima sembari jalan menuju parkiran.
Sylviapun berjalan mengikuti Bima dari belakang. Sesampainya di parkiran. “ya ampun,
ngapainsih lo ngikutin gue Sylvia”ucap Bima risih. “gue kan udah bilang, gue
minta maaf sama lo Bima. Lo maukan maafin gue. Yayayaya, please”ucap Sylvia
memohon. “hmm, ok ok gue maafin lo. Udah mending sekarang lo minggir deh, gue
mau pulang”ucap Bima sembari bersiap-siiap pulangdan memakai jaket serta helm
dan langsungn menaiki motornya. Bimapun membuka plip helmnya, dan berkata “hey Syl, ngapain lo masih
disini. Mending lo pulang gih”. “mmm, Bima. Gue boleh minta gk sama lo”ucap
Sylvia agak canggung. “ya udah apa?”jawab Bima. “jadi gini, tadi pas mu pulang
sekolah sodara gue si Aluna bilang katanya dia gak bisa pulang bareng sama gue,
soalnya dia ada janji gitu sama cowoknya. Jadi gue disuruh pulang sendiri deh,
terus gue blm terlalu hafal jalan disini. Nah, maka dari itu gueminta tolong
sama lo buat..”ucap Sylvia panjang lebar. “oh, jadi lo mu minta tolong supaya
gue nganterin lo pulang kan Syl”ucap Bima menebak.” Ya gitu deh maksudnya” ucap
Sylvia malu-malu. “ya elah syl, langsung ngomn to the point aja x. gk usah
ngemeng panjang lebar segala. Hehe.. ya udah kalo gitu ayo gue anterin lo
pulang, kebetulan gue sendiri” ucap Bima tersenyum. “mmm, ngomong2 beneran nih
gpp gue pulang bareng sama lo. Takutnya ada yg marah”ucap Sylvia menggoda.
“nggak ada, lagian siapa juga jg yg bakalan marah. Gue gak punya cewek x
Syl”ucap Bima tersipu malu. “masa sih, cowok kayak lo gk punya girlfriend. Gue
rasa mustahil banget, pasti pacar lo ada dimana-mana deh Bim” ucap Sylvia
ngawur. “heh, lo pikir gue cowok apaan kayak gitu. Gini-gini jg gue tipe cowok
yg setia kali Syl. udah ah, mau jd gk nih
pulbar sama gue”ucap Bima. “iya-iya jadi”jawab Sylvia dan langsung naik kemotornya Bima. Di jalan gue sama Bma
Cuma diem-dieman, lagian si Bima juga gk ngjak ngobrol k gue, mungkin dial g
fokus sama jalan kali ya. Tiba-tiba Bima menghentikan motornya dan
memakirkannya di depan salah satu restoran di daerah kemang. “Syl, kita mampir
dulu ya disini, gue laper nih.hehehe” ucap Bima. “it’s ok. Kebetulan gue juga
laper” ucap Sylvia. Gue sama Bimapun langsung memasuki retoran tersebut dan
duduk di salh satu meja di pojok kiri. “lo mau pesen apa Syl?” tanya Bima
sembari membuka-buka menu. “mmm, terserah lo aja deh mu pesen apa. Samain aja”
jawab Sylvia. Bimapun memesan makanan dan minuman. Makananpun datang, dan
mereka berdua langsung menyantap makanan dengan lahap.*maklumkelaparan. “oh iya
Syl, ngomong2 rumah lo diman?”tanya Bima. “mm, deket kok dari sini, tinggal
belok kanan terus luruh ntar ketemu rumah no 39. Nah itu rumah gue”jawab Sylvia
sambil makan.”oh, iya-iya”ucap Bima, Bimapun menatap Sylvia yg lagi makan. Kalo
dipikir-pikir Sylvia cantik juga ya, gia manis, imut dan juga lucu,
hahhaa*batin Bima. Sylviapun merasa risih karena Bima terus menatapnya. “kemapa
lo Bim, liatin gue nympe segitunya”ucap Sylvia. “ah, nggak kok. Gue Cuma lucu
aja liat lo”ucap Bima jujur. “apaan deh lo”ucap Sylvia male*kegeeran. Bimapun
menatap Sylvia kembali, kali ini tatapannya penuh arti. Tak disangka pas lg
makan ada nasi di mulutnya Sylvia. Bimapun mengusap nasi ada di mulutnya
Sylvia. Sylviapun sontak tercengang. “itu ada nasi di mulut lo”ucap Bima. “oh,
thanks”. Ucap Sylvia manis. Selesai makan. Bima sama Sylviapun pulang, sesampainya
dirumah Sylvia. “thanks ya, lo udah nganterin gue plus udah traktir gue makan
hari ini”ucap Sylvia diakhiri senyum manisnya. “sip. Gue juga makasih banget
sama lo. Udah mau nemeningue makan dan bikin gue happy hari ini. jujur gue
seneng bissa kenal sama lo. Kapan-kapan gue ajak lo jln boleh kan? Ucap Bima
tersenyum jahil. “iya boleh2”ucap Sylvia senang. “ya udah gue pulang duluya.
Eh, gue boleh minta nomer handphone lo gk. Ya siapa tahu aja gue butuh bantuan
lo”ucap Bima seraya menyerahkan handphonenya kearah Sylvia. “okeh, sini.*Sylvia
menuliskan nomer handphonenya. Nih” ucap Sylvia memberikan handphone milik Bima
. “thanks. Gue pulang dulu ya.. bye”ucap Bima sembari berlalu dari pandangan
Sylvia. Sylviapun merasa bahagia banget bisa kenalsama Bima, diapun menceritakn
hal ini semua pada sepupunya Aluna, dan Alunapu ikut senang mendengar smua
cerita Sylvia. Aluna senang karena Sylvia bisa kembali tersentum bahagia dan
jauh dari kesediahan pahit masa lalunya. Aluna berharap semoga Bima bisa
mnggantikan sosok Bisma dihati Sylvia. Semenjak itu, Bima dan Sylvia jadi akrab
banget dan mereka berdua sering pergi berdua, sekedar buat nonnon bareng, jalan
baareng,ataupun makan bareng. Pokoknya mereka udak lengket banget,
kemana-kemana selalu bareng udah kayak sesuatu. Tak bisa di pungkiri, bahwa telahtumbuh benih2
cinta di antara mereka. Baik Sylvia ato Bimapun merasakan hal yg sama. Sampai
pada suatu ketika Bima ngajak dinner Sylvia di salah satu tempat makan di
daerah mampang prapatan. Bimapun mengajak dinner Sylvia jam 8 tepat. Mereka
berdua menikmati menu makanan yang disediakan di restoran itu. “Bim,
ngomong-ngomong ngapain lo ngajak gue ketempat kayak gini. Lo gk nyadar di
tempat ini Cuma ada lo sama gue. Lagian ne tempat romantic banget deh Bim,
terus ya ini apaan lagi lampu2, lilin banget. So, so sweet gitu dh Bim. Udahbgitu…”ucap
Sylvia nyerocos, dan dengan tampangnya yang lugu. “sssst..”Bimapun menaruh
telunjuknya di bibir Sylvia. “Syl, gue sengaja ngajak lo dinner malam ne. dan
ni semua emang udah gue planning dari dulu, ini semua sengaja gue bikin buat
lo, buat kita.”ucap Bima yang membuat Sylvia tak mengerti akan ucapan gue.
“maksud lo Bima” ucap Sylvia. “Syl, jujur gue like banget sama lo. Gue sayang
sama lo Syl. jujur, gak tahu kenapa kalo gue deket sama lo gue ngerasa hidup
gue tenang banget. Gue ngerasa nyaman
kalo gue ada disamping lo. Gue gak mau lo jauh2 dari gue, gue cinta sama
lo Syl.”ucap Bima mengutarakan semua perasaanya pada Sylvia. “Bima”ucap Sylvia
yang tidak menyangka bahwa ternyata cowok yg ada di depannya punya perasaan yg
sam kayak yg dia rasain sejak awal. “Syl, lo mau kan jadi cewek gue” ucap Bima
sembari memegang tangannya Sylvia erat.
“Bima, gue, gue.. gue sayang sama lo. Gue mau jadi cewek lo” jawab Sylvia.
“beneran Syl”ucap Bima bahagia. “iya, gue mau jadi cewek lo Bima tengil”.. ucap
Sylvia mnyubit hidung Bima. “yeh, ternyata cewek gue jahil ya…awas …liatin aja
nanti. “ucap Bima,, sembari ingin membalas cubitan Sylvia. Mereka berdua
mainkejar2an *kayak anak kecil aj (#abaikan.author gila). Malam itu jadi malam
yg special dan berarti banget buat Bima & Sylvia. Malam itu jadi saksi
sejarah perjalanan cinta mereka, dimana meja,kursi, dan semua yg ada di dalam
restoran itu, termasuk makanan yg di sajikan mlm itu jd saksi bisu terikatnya
jalinan asmara diantara mereka berdua.
Sejak malam itu, mereka berdua resmi berpacaan dan menjadi sepasang
kekasih yg sangat cocok. Hari demi haripun mereka jalani bersama , semakin
berwarnalah hidup diantanya mereka berdua. Hingga tak terasa sudah satu tahun
lebih mereka menjalin asmara berdua, dengan penuh kebahagiaan yg terpancar dari
rona wajah antara Sylvia dan Bima. Hingga pada suatu malam, dirumahnya Sylvia.
Bima&Sylvia hendak belajar bersama, sampai tak terasa wkt menunjukkan pukul
10 malam.. waktu itu keadaannya hujan lebat. Bimapun melirik jam tangannya.
“Syl, udah malem nih. Aku pulang dulu ya, lagian tugasnya juga udah
selesai”ucap Bima sembari memberskan buku-bukunya dan bersiap2 u/ pulang.
“iya2, tapi di luar hujan Bima. Mendingan kamu disini aja dulu sampai hujannya
reda. Aku takut terjadi apa2 sama kamu” ucap Sylvia cemas, kini perasaanyya
mulai gak emak. Ia terinagt akan kejadian 2 tahun silam saat ia masih bersama
Bisma. Ia ingat betul kecelakaan yg hendak menimpa Bisma itu, persis seperti
ini sebelum Bisma pulang. Sylvipun mulai menangis “Syl, lo kok nangis sih.
Kenapa Sylvia?”. Ucap Bima seraya memeluk kekasihnya itu. “Bima, aku takut
kehilangan lo,aku gak mau org yg aku cintai pergi untuk yg kedua kalinya, aku
gak mau kehilangan kamu Bima. Please jgn pulang dulu. Aku takut, aku
taku….”tangisan Sylvia semakin menjadi2. “sayang, liat aku. Aku bakalan baik2
aja kok. Percaya deh sama aku. Bersok kta pasti ketemu di sekolah, lagian aku
bawa mobil kok. Aku pulang dulu ya, mama aku pasti khawatir. Bye..”ucap Bima
mencium kening Sylvia lembut dan langsung pergi. “hati2 ya..”ucap Sy;via
melepas kepergian Bima. Perasaan Sylviapun semakin tak menentu, ia masih
terbayang2 akan kejadian di masa launta yg menimpa Bisma. Ia takuthal itu, akan
menimpa pada kekasihnya Bima. Semalaman ia tak bisa tidur, handphonenyapun tidak
berbunyi sekalipun, ia menunggu kabar dari kekasihnya Bima. Namun, tak kunjung
ada kabar darinya. Sampai pada akhirnya sahabatnya Bima yang ernama Reza
menelpon. “hallo Syl, ini gue Reza. Gue lagi dirumahnya Bima nih sekarang.gue
minta lo kesini sekarang Bima Syl, Bima.” Ucap Reza dengan cemas. “za, Bima
kenapa? Bima kenapa za?” ucap Sylvia berlinang air mata. Namun sambungan telpon
terputus begitu saja. Sylviapun langusng menuju rumah Bima, di temani oleh
Aluna. Sesampainya di rumah Bima. Sylvia sama Aluna sudah di sambut
kedatangannya oleh ornag tuadari Bima. “kamu yang namanya Sylviakan,dan in
pasti Aluna” ucap ibunda Bima ramah. “iya Tante”ucap Aluna. “Tante, Bima
sekarang diman Tan?” ucap Sylvia cemas .” dia ada dikarnya, diatas. Kalian
masuk aja” jawab papanya Bima. Mereka berduapun langsung menuju kamarnya Bima,
disana sudah ada Bima dan Reza yang tengah
bercanda, “Bima” ucap Sylvia kaget, sete;ah melihat Bima yg tengah dalam
kondisi sehat2 saja, malahan Bima tengah bercanda ris dengan sohidnya itu.
“hey,,”ucap Bima. “Bima, kamu gpp kan. Aku pikir kamu kenapa2 tadi, soalnya
Reza nelpon aku”ucap Sylvia. Hahahahha Bima dan Rezapun tertawa bersama. “Bima,
gak lucu. Apa2n ini. kalian ngerjain aku ya” ucap Sylvia ngmabek. “sayang, masa
kamu gak inget sih sekarang ini malam apa?” ucap Bima. “emangnya malam apa?”
ucap Sylvia bingung. “malam in tepat 1 tahun lebih kita jadian, dan mala mini
adalah harri dimana kita pertama ketemu. Kami inget kan?” ucap Bima. “ya ampun
Bima, aku hamper lupa”. Ucap Sylvia. “tapi Bima, aku pikir tadi kamu kenapa2.
Aku khawatir banget sama kamu Bim” ucap Sylvia. “Sylvia, liat aku. Liat aku
Syl. aku ini Bima, bukan Bisma, aku gak mungkin ninggalin kamu Syl. buktinya
aku ada disin buat kamu. SYLVIA, AKU DISINI DAN AKU BUKAN DIA” ucap Bima
romantic. Merekapun berpelukan mesra. “eh, eh woy.. kalo mu mesum jangan disini
dong, kalian gk liat apa disini ad ague sama Aluna. Masa kita berdua disuruh
liatin lo berdua sih, kayak sinetron aja. Bikin envy deh”ucap Reza. Kami
semuapun tertawa bersama. Kini mereka bahagia, dan Sylviapun tak perlu khawatir
lg akan kehilangann org yg ia cintai. Karena kini, org yg ia sayangi da ia
cintai selalu ada di sampingnya…
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar