Kamis, 19 April 2012

cerpen :D


AKU DI SINI DAN AKU BUKAN DIA(MY STORY)
BY: @DEY_wijaya
Lagi belajar, bikin cerpen. Makasih yang udak mau baca….
Maaf kalo ceritanya gak jelas, alias gajebo. Gue bukan penulis handalllll… yukkkkkkkkk.. CEKIDOTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT :D 

Pagi yang cerah suasana yang amat elok, sungguh suatu pertanda awal yang baik. Ya, hari ini adalah hari di mana kekasih hatiku pulang dari London. Setelah 2 tahun lamanya kami berpisah, tepat pukul 09:00 WIB aku bergegas menuju bandara Soekarno Hatta menunggu kedatangan sang pujaan hati. Sesampainya di sana, akupun langsung menuju terminal 2F dan ternyata Bisma sudah ada di depan terminal. “Bisma……” ucapku seraya berlari ke arahnya, dan langsung memeluknya erat-erat  untuk melepas rindu yang selama ini mendera kalbu. “ Sylvia, aku kangen sama kamu” ucap Bisma seraya membalas pelukanku. “ aku juga kangen sama kamu”. Jawabku penuh haru. Setelah  itu, kami berdua langsung menuju lapangan parkir untuk pulang.
_SKIP_
Usai berjalan-jalan seharian dengan Bisma, aku merasa bahagia sekali terlebih kini hari-hariku akan lebih berwarna dengan sekembalinya Bisma di tengah-tengah kehidupanku. letih, cape, lesu, rasanya setelah seharian jalan dengan Bisma. Ku rebahkan tubuhku di atas kasur, selang beberapa waktu ponselku berbunyi. [you know me so well, girl I need you, girl I love you, girl I heart you] tanda pesan baru masuk, segera ku raih ponselku dan membacanya, ternyata  pesan masuk itu dari Bisma.
From: Bisma My prince
Syl, ntar malem aku kerumah kamu ya ? jam 7 aku on the way ke sana OK ?
To: Bisma My Price
Ok, my prince. Di tunggu loh. See you . J
From: Bisma My Prince
See you too.J :*
Waktu menunjukkan pukul 06;00 WIB, selesai shalat magrib akupun siap-siap menunggu kedatangan Bisma ke rumah. Tak lama setelah itu, bel rumahku berbunyi. “pasti itu Bisma” gumamku dalam hati, seraya bergegas membuka pintu, dan dugaanku benar Bisma datang dengan mambawa setangkai mawar merah. “ malem princess, ini untuk kamu” ucap lelaki tampan seraya memberikan mawar merah, dan akupun menerimanya dengan tersenyum  manis kearah Bisma. “ makasih ya Bis, masuk yu” ajakku pada Bisma. Akupun ngobrol banyak dengan Bisma, semua isi hatiku ku curahkan pada Bisma. Mulai perasaan canggung, sepi , gelisah, rindu, saat dia berada di London sampai sekarang dia pulang dan kembali untukku. Yang jelas saat ini kau merasa bahagia yang amat luar biasa, usai kepulangan Bisma dari London. Tak terasa waktu menujukkan pukul 23:00 WIB, lama sekali aku ngobrol bareng sama Bisma hingga terpaksa aku harus mengakhiri perbincanagnku dengan Bisma. “ udah malem Syl, aku pulang dulu ya”. Ucap Bisma. Entah kenapa perasaanku ngak enak banget, aku takut ada apa-apa sama Bisma lagian di luar juga hujan deras. “ tapi Bis, di luar hujan lebih baik kamu tunggu aja dulu sampai hujannya reda. Aku takut terjadi apa-apa sama kamu Bis”. Ucapku dengan cemas mencegah Bisma untuk pergi. “ sayang, aku harus pulang orang tua aku pasti cemas jam segini aku belum pulang. Percaya sama aku, aku nggak bakalan kenapa-kenapa. Ok ?” ucap Bisma meyakinkanku. “ tapi Bis, aku nggak mau kehilangan kamu aku takut Bis, aku takut. Please jangan pergi, perasaanku nggak enak banget”. Kataku  menunduk lirih dan tak terasa air mataku jatuh membasa pipiku. Bismapun mengangkat mukaku, seraya berkata “ Sylvia dengerin kau, lihat aku Syl. Kamu nggak bakalan kehilangan aku, dan aku janji nggak bakalan ninggalin kamu. Percaya sama aku, aku akan selamat. Dan kita bakalan bersama-sama terus selamanya, aku akan kembali besok buat kamu. Aku janji Syl, karena kamu bintang hatiku. You are my love, you are my heart, and we will always together  forever. Remember it. You and me love”. Ucap Bisma meyakinkanku . akupun hanya Bisma menangis mendengar ucapan Bisma tadi. “ Bis, aku juga janji sama kamu nggak bakalan ada yang bisa menggantianmu di hatiku selamanya. Karena, bagiku kamulah satu-satunya orang yang berharga dalam hidupku aku. I LOVE YOU “ ucapku mantap. Bismapun menyapu air mataku, mencium keningku. “ I LOVE YOU TOO”. Ucap Bisma, da langsung meninggalaknku. Akupun mengantarkannya sampai kedepan rumah, sesaat setelah itu Bismapun berlau dengan mobil sportnya. Entah kenapa, perasaakupun  mulai tidak karuan ada rasa gelisah, cemas, takut terjadi sesuatu dengan Bisma.  Akupun berusaha  untuk tenang, berharap tidak ada sesuatu yang terjadi pada Bisma. Tak lama kemudian aku mendapat telpon dari sahabatku Dira. “ hallo, Syl Bisma, Bisma, Bisma kecelakaan. Sekarang dia di Rumah Sakit Harapan, cepetan lo kesini. Bisma lagi kritis sekarang”. Ucap Dira cemas. “ apa……….. Bisma kecelakaan. Ok sekarang gue on the way kesana”. Kataku diiringi isak tangis. Segera ku hentakkan kakiku keluar, menaiki mobil dan langsung menuju rumah sakit. Sesampainya disana, aku mendapati  sahabatku tengah berduka. “ Dira, Bisma… gimana keadaan Bisma, dia baik-baik aja kan ? jawab Dir, jawab kenapa lo nangis ? Bisma baik-baik aja kan ?” tanyaku  pada Dira, sembari menggoyang-goyangkan tubuhnya. “ Syl. lo yang tabah ya. Gue turut berduka cita atas semua ini”. Jawab Dira lirih. “ maksud lo ? maksud lo apa Dir ?” tanyaku pada Dira. “ Bisma udah meninggal 5 menit yang lalu, dia kehilangan banyak darah. Lo yang tabah ya,, ?” ucap Dira terisak-isak. “ ngak mungkin, nggak mungkin Bisma ninggalin gue”. Ucapku seraya masuk ke ruang UGD. “ Bisma………….. Bisma, banging Bis, bangun. Aku tahu kamu Cuma bercanda, aku tahu itu. Tapi, please bangun Bis”. Kataku sembari mengrak-gerakkan tubuh Bisma yang sudah tak bernyawa. “  Sylvia, sadar Syl. Bisma udah nggak ada, lo harus bisa terima kenyataan ini”. Ucap Dira menyadarkanku. “ nggak, nggak Bisma gak mungkin ninggalin gue, Bisma nggak mungkin meninggal. Bis, tadi kamu janji sama aku nggak bakal ninggalin aku. Kita akan bersama-sama terus, selamanya . bangun Bis, bangun………..” ucapku penuh tangis.
_SKIP_
Setelah kepergian Bisma, hidupku seraya hampa. Rasanya tak ada gunanya lagi aku hidup. 2 minggu berlalu, semenjak kepergian Bisma aku lebih sering menurung diriku sendiri di kamar, tak ada aktivitas aku kerjakan selain menangisi semua yang telah terjadi, mengenang semuanya tentang Bisma. Sampai-sampai orang tuaku hawatir dengan apa yang menimpa diriku. “ Syl, Sylvia… buka pintunya sayang mama sama papa mau bicara. Buka pintunya sayang ?” ucap mama mengetuk pintu kamar. “ buka aja ma, nggak di kunci kok” jawabku datar, dengan air mata yang membasahi pipiku. “ sayang, mama sama papa prihatin dengan kamu. Mama sama papa, nggak mau kamu seperti ini terus. Sylvia, dengarkan mama sayang. Lupakan Bisma, masa depan kamu masih jauh. Mama tahu ini berat, tapi kamu juga tidak bisa terus-terusan seperti ini”. Ucap mama menasihati. “ benar apa yang dikatakan sama mama kamu Sylvia, lihatlah kedepan jangan lihat kebelakang. Hidup kamu masih panjang sayang, mungkin Bisma memang bukan jodoh kamu. Tapi, percayalah suatu saat nanti kamu akan dapat penggantinya yang jauh lebih baik dari Bisma. Mama sama papa sudah sepakat untuk menitipkan kamu sama Tante Rena di Jakarta, besok kamu berangkat kesana ya. Papa sudah mendaftarkan kamu untuk sekolah disana”. Ucap papa. Setelah aku pikir-pikir boleh juga saran dari mama dan papa. Aku ingin memulai hidupku kembali, tentunya tanpa kehadiran Bisma di sampingku. Aku tidak ingin membuat orang tuaku hawatir, dan kecewa karenaku. Aku ingin memulai semuanya dari awal, dan mulai melupakan semua tentang Bisma walau rasanya berat dan aku tidak yakin bisa melupakan dia, apalagi menggantikannya dengan yang lain. Aku dan Bisma sudah saling berjanji satu sama lain. Namun, tidak ada salahnya juga kau mencoba itu semua. Akupun hanya bisa mengangguk, mendengar perkataan dari orang tuaku.
_SKIP_
Pagi ini aku pindah ke Jakarta, untuk memulai hidupku yang baru tanpa Bisma jauh dari kenangan hidupku bersamanya dulu. Sesampainya di rumah Tante Rena, aku di sambut hangat oleh keluarga disana apalagi saat bertemu dengan sepupu aku yang juga seumuran denganku, dia namanya Aluna.  
Mmm, besok gue udah mulai masuk sekolah*gumam gue dalam hati.
Keesokan harinya, guepun berangkat kesekeloha gue yang baru tepatnya di salah satu SMA ternama di Jakarta Pusat, guepun satu sekolahan saam sepupu gue. Mama sama papa gue sengaja nyekolahin gue di sekolah yangsama kayak sepupu gue biar gue ada yang ngawasin. Sesampainya di sekolah gue pun berjalan menuju kelas gue , dan kebetulan gue sekelas bareng sepupu gue jadi gue bareng terus sama dia.  *tettt. Bel masukpun berbunyi , gue bareng Alunapun masulk kelasssss. Tanpa banyak lirik sana lirik sini guepun langsung duduk di bangku jajaran kedua dari depan, guepun sebangku sama Aluna, kebetulan dia duduk sendirian. Jujur gue ngerasa risih banget.knp? karena semua orang di kelas ini pada ngeliatin gue. Jam pelajaranpun di mulai, pagi ini belajar diawali dengan pelajaran Bahasa. Indonesia dengan materi bercerita. Sumpah nie pelajaran bikin gue boring aja. Gak kerasa udah waktunya istirahat. “Syl, k kantin yuuu?” ajak Aluna. “ayo” jawab gue datar. Tiba-tiba pas gue mau beranjak keluar dari bangku gue,seseorang menubruk gue dari belakang sampai2 gue terjatuh kelantai. “ehh, maaf2 cantik”ucap seorang cowok yang tadi nubuk gue. “hehh, lo ya..” ucapan guepun terhenti setela gue beranjak dari  jatuh gue dan berdiri, guepun reflex langsung dian seribu bahasa dengan ekspresi yang entah apa namanya kaget,gak percaya,mustahil,pongo. Gue gak nyangka cowok yang barusan nubruk gue itu Bisma. “Bisma. Aaaaaaa..pergi lo dari hidup gue, gue gakmau liat lo lg. gue udah cukup sakit liat lo” ucap gue histeris. “Bisma”ucap cowok itu heran. Guepun langsung pergi keluar, gue berlari sambil nangis tak henti-hentinya. “eh,Luna tar dulu. Lo jgn pergi dulu, gue mau nanya sesuatu sama lo”ucap cowok yang ternyata bernama Bima Karisma, seraya mencegah Aluna yg hendak ingin mengerjar Sylvia. “aduhh, Bima. Gue gak bisa jelasin sekarang. Gue harus ngejar sodara gue dulu” jawab Aluna. “gak, gue gak bakalan lepasin elo, sebelum lo jelasin ke gue. Kenapa cewek itu, kayak kaget banget dan histeris banget ngeliat gue. Terus kenapa tadi dia bilangkalo gue ini Bisma, padahalkan nama gue Bima, gak pake es BIMA” jelas Bima. “okay okay, gue bakal jelasin, jadi gini *blablabla. Alunapun menjelaskan semua yang terjadi tentang Sylvia pada Bima. “oh, jadi sodara lo yang namanya Sylvia-Sylvia itu kasihan juga ya. Tapi ko nyampe Bisa gitu ya, wajah gue yg ganteng nan  mempesona ini bisa mirip sama alm. Bisma, terus nama gue guja mirip lagi sama alm. Pacarnya Sylvia. Miris juga yeeeee” cerocos Bisma. “gue juga gak nyangka Bim, gue juga baru nyadar semalem pas mama sama papa gue nunjukin foto alm. Pacarnya Sylvia, dan setelah gue pikir-pikir emang bener  tu orang mirip banget sama lo. Gue gak nyangka.” Ucap Aluna. “iya iya gue ngerti kok maksud lo. Ok, sekarang mending kita pikirin gimana caranya supaya sodara lo yang namanya Syilvia2 itu, gak tkut lg kalo ngeliat gue. Ya gue ngerasa gak nyaman aja kalo di gituin Lun” tungkas Bima. “iya2, ok kita pikirin giman caranya biar Sylvia gak histeris kalo liat lo”ucap Aluna *berpikir. “Bim, gue puny aide bagus” ucap Aluna pada Bima. “apa-apa?” jawab Bima antusias. “sini deh gue bisikin” ucap Aluna seraya berbisikpada Bima. “okeh, gue rasa ide lo cemerlang juga ya. Semoga rencana kira berhasil Lun” ucap Bima mantap.
_SKIP_
@kamarSylvia: ‘Tuhan, apa ini ? kdnapa tadi disekolah ada Bisma. Apa maksudmu Tuhan, cukup. Udah cukup aku kehilangan dia. Jangan Engkau ungkit kembali, jangan ingatkan aku lagi pada Bisma Tuhan.”ucap Sylvia dengan berlinangan air mata. Tiba-tiba da seseorang yang mengetuk pintu kamar Sylvia “Syl, ini gue Luna Syl. buka pintunya, gue mau ngomong sama lo”ucap Aluna diambang pintu kamar. “masuk aja Lun, gak di kunci kok”jawab Sylvia dengan suara parau. “syl, lo kenapa? Mata lo sembab gitu. Lo habis nangis ya?”ucap Aluna. “gue gpp kok Lun, gue Cuma ..”jawab Sylvia dan dia kembali menangis. “Cuma, Cuma apa? Lo mau bilang klo lo Cuma keinget sama paacar lo yang ydah meninggal itu kan” ucap Aluna. “dengerin gue Syl, dengarin gue. Cowok yang tadi gak sengaja nubruk lo itu, nama Bima Karisma, bukan Bisma. Emang wajahnya Bima miripp sama pacar lo itu. Tapi, dia Bima Syl, bukan Bisma. Lo harus nyadar itu Syl” ucap Aluna menjelaskan. “apa? Nama Bima karisma, mirip banget sama nama pacar  gue Bisma karisma. gak mungkin Lun, gak mungkin. Gue yakin itu Bisma Lun, gak mungkin” uccap Sylvia, seraya menangis histeris kembali. “aduh-aduh Syl, udah dong lo jangan nangis lagi. Lo harus terima ini semua syl, ini real” ucap Aluna menenangkan Sylvia.  Keesokan harinya, Sylviapun berangkat sekolh seperti biasanya, sesampainya di sekolah Sylviapun masuk kelas dan duduk di bangkunya. Tiba-tiba Bima nyanperin Sylvia “hai, boleh kenalan gak?” ucap Bima dengan gayanya yg cool abis. “aaaaa.Bisma. pergi,pergi lo. Gue gak mau liat lo” ucap Sylvia kembali histeris dan langsung lari pergi ketaman belkang. Bimapun mengejar Sylvia, “eh, eh lo jangan pergi dulu”ucap Bima mengejar Sylvia ketaman belakang. Sylviapun mennagis dan terus menangis dibangku taman belakang. “hey, lo Sylviakan gue udah tahu semua tentang lo Syl dari sepupu lo” Ucap Bima sambil duduk disamping Sylvia. “pergi Bis, pergi gue gak mau liat lo lagi. Gue udah cukup sakit ditinggal pergi sama lo”ucap Sylvia lirih. “hey, liat gue. Liat Gue Syl. gue mungkin emang mirip sama cowok lo yang udah meninggal itu. Tapi gue Bima, bukan Bisma cowok lo itu.”ucap Bima sembari memegang pundak Sylvia memaksa dia menatapnya. “nggak lo Bisma”ucap Sylvia kekeh. “terserah lo deh, gue cape ngomong sama lo. Gue ingetin sama lo lagi ya Syl, gue BIMA, bukan Bisma. Thanks”. Ucap Bima dan langsung berlalu dari hadapan Sylvia. Sylviapun tertegun, ia merenung tentang sosok Bima yang mengingatkan kembali dirinya akan cowoknya yang udah meninggal itu. “syl, lo nyadar dong Syl dia itu bukan Bisma. Dia Bima”ucap Sylvia bicara pada dirinya sendiri. “ya Tuhan, gue bodoh banget. Gue udah bego banget, gue emang salah, maafin gue semuanya. Gue terlalu kalut sama masalalu gue. Gue haus minta maaf sama cowok tadi, iya gue harus minta maaf. Okeh syl, mulai sekarang lo harus bangkit. Kita mulai semuanya dari awal lagi”. Ucap Sylvia mantap sembari menghapus air matanya dan pergi mencari cowok yang namanya Bima itu.*tettttt…bel pulang berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar “Syl, lo pulang sendiri aja ya gpp kan?soalnya gue ada janji sama cowok gue”. Ucap Aluna pada Sylvia. “iya gpp kok” jawab Sylvia. “okeh, kalo gitu gue duluan ya”ucap Aluna sambil pergi dari hadapan Sylvia. Tiba-tiba Sylvia melirik kebelakang dan ternyata disana ada Bima yang tengah membereskan buku-bukunya, Sylviapun nyamperin bangkunya Bima. “hey,,”sapa Sylvia “eh elo Syl, mau apa? Mau nangis histeris lg di depan gue”ucap Bima sinis. “ng, nggak kok. Justru gue kesini mau minta nmaaf sama lo Bisma” ucap Sylvia. “nama gue BIMA, ga pake es”jawab Bima denagn nada suara agak jengkel. “sorry, maksud gue Bima”ucap Sylvia malu. “udah ah, gue cabut dulu” ucap Bima sembari jalan menuju parkiran. Sylviapun berjalan mengikuti Bima dari belakang. Sesampainya di parkiran. “ya ampun, ngapainsih lo ngikutin gue Sylvia”ucap Bima risih. “gue kan udah bilang, gue minta maaf sama lo Bima. Lo maukan maafin gue. Yayayaya, please”ucap Sylvia memohon. “hmm, ok ok gue maafin lo. Udah mending sekarang lo minggir deh, gue mau pulang”ucap Bima sembari bersiap-siiap pulangdan memakai jaket serta helm dan langsungn menaiki motornya. Bimapun membuka plip helmnya,  dan berkata “hey Syl, ngapain lo masih disini. Mending lo pulang gih”. “mmm, Bima. Gue boleh minta gk sama lo”ucap Sylvia agak canggung. “ya udah apa?”jawab Bima. “jadi gini, tadi pas mu pulang sekolah sodara gue si Aluna bilang katanya dia gak bisa pulang bareng sama gue, soalnya dia ada janji gitu sama cowoknya. Jadi gue disuruh pulang sendiri deh, terus gue blm terlalu hafal jalan disini. Nah, maka dari itu gueminta tolong sama lo buat..”ucap Sylvia panjang lebar. “oh, jadi lo mu minta tolong supaya gue nganterin lo pulang kan Syl”ucap Bima menebak.” Ya gitu deh maksudnya” ucap Sylvia malu-malu. “ya elah syl, langsung ngomn to the point aja x. gk usah ngemeng panjang lebar segala. Hehe.. ya udah kalo gitu ayo gue anterin lo pulang, kebetulan gue sendiri” ucap Bima tersenyum. “mmm, ngomong2 beneran nih gpp gue pulang bareng sama lo. Takutnya ada yg marah”ucap Sylvia menggoda. “nggak ada, lagian siapa juga jg yg bakalan marah. Gue gak punya cewek x Syl”ucap Bima tersipu malu. “masa sih, cowok kayak lo gk punya girlfriend. Gue rasa mustahil banget, pasti pacar lo ada dimana-mana deh Bim” ucap Sylvia ngawur. “heh, lo pikir gue cowok apaan kayak gitu. Gini-gini jg gue tipe cowok yg setia kali Syl. udah ah, mau jd gk nih  pulbar sama gue”ucap Bima. “iya-iya jadi”jawab Sylvia dan langsung  naik kemotornya Bima. Di jalan gue sama Bma Cuma diem-dieman, lagian si Bima juga gk ngjak ngobrol k gue, mungkin dial g fokus sama jalan kali ya. Tiba-tiba Bima menghentikan motornya dan memakirkannya di depan salah satu restoran di daerah kemang. “Syl, kita mampir dulu ya disini, gue laper nih.hehehe” ucap Bima. “it’s ok. Kebetulan gue juga laper” ucap Sylvia. Gue sama Bimapun langsung memasuki retoran tersebut dan duduk di salh satu meja di pojok kiri. “lo mau pesen apa Syl?” tanya Bima sembari membuka-buka menu. “mmm, terserah lo aja deh mu pesen apa. Samain aja” jawab Sylvia. Bimapun memesan makanan dan minuman. Makananpun datang, dan mereka berdua langsung menyantap makanan dengan lahap.*maklumkelaparan. “oh iya Syl, ngomong2 rumah lo diman?”tanya Bima. “mm, deket kok dari sini, tinggal belok kanan terus luruh ntar ketemu rumah no 39. Nah itu rumah gue”jawab Sylvia sambil makan.”oh, iya-iya”ucap Bima, Bimapun menatap Sylvia yg lagi makan. Kalo dipikir-pikir Sylvia cantik juga ya, gia manis, imut dan juga lucu, hahhaa*batin Bima. Sylviapun merasa risih karena Bima terus menatapnya. “kemapa lo Bim, liatin gue nympe segitunya”ucap Sylvia. “ah, nggak kok. Gue Cuma lucu aja liat lo”ucap Bima jujur. “apaan deh lo”ucap Sylvia male*kegeeran. Bimapun menatap Sylvia kembali, kali ini tatapannya penuh arti. Tak disangka pas lg makan ada nasi di mulutnya Sylvia. Bimapun mengusap nasi ada di mulutnya Sylvia. Sylviapun sontak tercengang. “itu ada nasi di mulut lo”ucap Bima. “oh, thanks”. Ucap Sylvia manis. Selesai makan.  Bima sama Sylviapun pulang, sesampainya dirumah Sylvia. “thanks ya, lo udah nganterin gue plus udah traktir gue makan hari ini”ucap Sylvia diakhiri senyum manisnya. “sip. Gue juga makasih banget sama lo. Udah mau nemeningue makan dan bikin gue happy hari ini. jujur gue seneng bissa kenal sama lo. Kapan-kapan gue ajak lo jln boleh kan? Ucap Bima tersenyum jahil. “iya boleh2”ucap Sylvia senang. “ya udah gue pulang duluya. Eh, gue boleh minta nomer handphone lo gk. Ya siapa tahu aja gue butuh bantuan lo”ucap Bima seraya menyerahkan handphonenya kearah Sylvia. “okeh, sini.*Sylvia menuliskan nomer handphonenya. Nih” ucap Sylvia memberikan handphone milik Bima . “thanks. Gue pulang dulu ya.. bye”ucap Bima sembari berlalu dari pandangan Sylvia. Sylviapun merasa bahagia banget bisa kenalsama Bima, diapun menceritakn hal ini semua pada sepupunya Aluna, dan Alunapu ikut senang mendengar smua cerita Sylvia. Aluna senang karena Sylvia bisa kembali tersentum bahagia dan jauh dari kesediahan pahit masa lalunya. Aluna berharap semoga Bima bisa mnggantikan sosok Bisma dihati Sylvia. Semenjak itu, Bima dan Sylvia jadi akrab banget dan mereka berdua sering pergi berdua, sekedar buat nonnon bareng, jalan baareng,ataupun makan bareng. Pokoknya mereka udak lengket banget, kemana-kemana selalu bareng udah kayak sesuatu. Tak  bisa di pungkiri, bahwa telahtumbuh benih2 cinta di antara mereka. Baik Sylvia ato Bimapun merasakan hal yg sama. Sampai pada suatu ketika Bima ngajak dinner Sylvia di salah satu tempat makan di daerah mampang prapatan. Bimapun mengajak dinner Sylvia jam 8 tepat. Mereka berdua menikmati menu makanan yang disediakan di restoran itu. “Bim, ngomong-ngomong ngapain lo ngajak gue ketempat kayak gini. Lo gk nyadar di tempat ini Cuma ada lo sama gue. Lagian ne tempat romantic banget deh Bim, terus ya ini apaan lagi lampu2, lilin banget. So, so sweet gitu dh Bim. Udahbgitu…”ucap Sylvia nyerocos, dan dengan tampangnya yang lugu. “sssst..”Bimapun menaruh telunjuknya di bibir Sylvia. “Syl, gue sengaja ngajak lo dinner malam ne. dan ni semua emang udah gue planning dari dulu, ini semua sengaja gue bikin buat lo, buat kita.”ucap Bima yang membuat Sylvia tak mengerti akan ucapan gue. “maksud lo Bima” ucap Sylvia. “Syl, jujur gue like banget sama lo. Gue sayang sama lo Syl. jujur, gak tahu kenapa kalo gue deket sama lo gue ngerasa hidup gue tenang banget. Gue ngerasa nyaman  kalo gue ada disamping lo. Gue gak mau lo jauh2 dari gue, gue cinta sama lo Syl.”ucap Bima mengutarakan semua perasaanya pada Sylvia. “Bima”ucap Sylvia yang tidak menyangka bahwa ternyata cowok yg ada di depannya punya perasaan yg sam kayak yg dia rasain sejak awal. “Syl, lo mau kan jadi cewek gue” ucap Bima sembari  memegang tangannya Sylvia erat. “Bima, gue, gue.. gue sayang sama lo. Gue mau jadi cewek lo” jawab Sylvia. “beneran Syl”ucap Bima bahagia. “iya, gue mau jadi cewek lo Bima tengil”.. ucap Sylvia mnyubit hidung Bima. “yeh, ternyata cewek gue jahil ya…awas …liatin aja nanti. “ucap Bima,, sembari ingin membalas cubitan Sylvia. Mereka berdua mainkejar2an *kayak anak kecil aj (#abaikan.author gila). Malam itu jadi malam yg special dan berarti banget buat Bima & Sylvia. Malam itu jadi saksi sejarah perjalanan cinta mereka, dimana meja,kursi, dan semua yg ada di dalam restoran itu, termasuk makanan yg di sajikan mlm itu jd saksi bisu terikatnya jalinan asmara diantara mereka berdua.  Sejak malam itu, mereka berdua resmi berpacaan dan menjadi sepasang kekasih yg sangat cocok. Hari demi haripun mereka jalani bersama , semakin berwarnalah hidup diantanya mereka berdua. Hingga tak terasa sudah satu tahun lebih mereka menjalin asmara berdua, dengan penuh kebahagiaan yg terpancar dari rona wajah antara Sylvia dan Bima. Hingga pada suatu malam, dirumahnya Sylvia. Bima&Sylvia hendak belajar bersama, sampai tak terasa wkt menunjukkan pukul 10 malam.. waktu itu keadaannya hujan lebat. Bimapun melirik jam tangannya. “Syl, udah malem nih. Aku pulang dulu ya, lagian tugasnya juga udah selesai”ucap Bima sembari memberskan buku-bukunya dan bersiap2 u/ pulang. “iya2, tapi di luar hujan Bima. Mendingan kamu disini aja dulu sampai hujannya reda. Aku takut terjadi apa2 sama kamu” ucap Sylvia cemas, kini perasaanyya mulai gak emak. Ia terinagt akan kejadian 2 tahun silam saat ia masih bersama Bisma. Ia ingat betul kecelakaan yg hendak menimpa Bisma itu, persis seperti ini sebelum Bisma pulang. Sylvipun mulai menangis “Syl, lo kok nangis sih. Kenapa Sylvia?”. Ucap Bima seraya memeluk kekasihnya itu. “Bima, aku takut kehilangan lo,aku gak mau org yg aku cintai pergi untuk yg kedua kalinya, aku gak mau kehilangan kamu Bima. Please jgn pulang dulu. Aku takut, aku taku….”tangisan Sylvia semakin menjadi2. “sayang, liat aku. Aku bakalan baik2 aja kok. Percaya deh sama aku. Bersok kta pasti ketemu di sekolah, lagian aku bawa mobil kok. Aku pulang dulu ya, mama aku pasti khawatir. Bye..”ucap Bima mencium kening Sylvia lembut dan langsung pergi. “hati2 ya..”ucap Sy;via melepas kepergian Bima. Perasaan Sylviapun semakin tak menentu, ia masih terbayang2 akan kejadian di masa launta yg menimpa Bisma. Ia takuthal itu, akan menimpa pada kekasihnya Bima. Semalaman ia tak bisa tidur, handphonenyapun tidak berbunyi sekalipun, ia menunggu kabar dari kekasihnya Bima. Namun, tak kunjung ada kabar darinya. Sampai pada akhirnya sahabatnya Bima yang ernama Reza menelpon. “hallo Syl, ini gue Reza. Gue lagi dirumahnya Bima nih sekarang.gue minta lo kesini sekarang Bima Syl, Bima.” Ucap Reza dengan cemas. “za, Bima kenapa? Bima kenapa za?” ucap Sylvia berlinang air mata. Namun sambungan telpon terputus begitu saja. Sylviapun langusng menuju rumah Bima, di temani oleh Aluna. Sesampainya di rumah Bima. Sylvia sama Aluna sudah di sambut kedatangannya oleh ornag tuadari Bima. “kamu yang namanya Sylviakan,dan in pasti Aluna” ucap ibunda Bima ramah. “iya Tante”ucap Aluna. “Tante, Bima sekarang diman Tan?” ucap Sylvia cemas .” dia ada dikarnya, diatas. Kalian masuk aja” jawab papanya Bima. Mereka berduapun langsung menuju kamarnya Bima, disana sudah ada Bima dan Reza yang tengah  bercanda, “Bima” ucap Sylvia kaget, sete;ah melihat Bima yg tengah dalam kondisi sehat2 saja, malahan Bima tengah bercanda ris dengan sohidnya itu. “hey,,”ucap Bima. “Bima, kamu gpp kan. Aku pikir kamu kenapa2 tadi, soalnya Reza nelpon aku”ucap Sylvia. Hahahahha Bima dan Rezapun tertawa bersama. “Bima, gak lucu. Apa2n ini. kalian ngerjain aku ya” ucap Sylvia ngmabek. “sayang, masa kamu gak inget sih sekarang ini malam apa?” ucap Bima. “emangnya malam apa?” ucap Sylvia bingung. “malam in tepat 1 tahun lebih kita jadian, dan mala mini adalah harri dimana kita pertama ketemu. Kami inget kan?” ucap Bima. “ya ampun Bima, aku hamper lupa”. Ucap Sylvia. “tapi Bima, aku pikir tadi kamu kenapa2. Aku khawatir banget sama kamu Bim” ucap Sylvia. “Sylvia, liat aku. Liat aku Syl. aku ini Bima, bukan Bisma, aku gak mungkin ninggalin kamu Syl. buktinya aku ada disin buat kamu. SYLVIA, AKU DISINI DAN AKU BUKAN DIA” ucap Bima romantic. Merekapun berpelukan mesra. “eh, eh woy.. kalo mu mesum jangan disini dong, kalian gk liat apa disini ad ague sama Aluna. Masa kita berdua disuruh liatin lo berdua sih, kayak sinetron aja. Bikin envy deh”ucap Reza. Kami semuapun tertawa bersama. Kini mereka bahagia, dan Sylviapun tak perlu khawatir lg akan kehilangann org yg ia cintai. Karena kini, org yg ia sayangi da ia cintai selalu ada di sampingnya…
THE END

Tidak ada komentar: